Bermodal YouTube, Anak Muda Juga Bisa Berkarya!

Hai, namaku Ayu. Makeup adalah hobi baru yang sedang aku dalami saat ini. Menurutku, makeup itu adalah sebuah seni, yang menunjukkan rasa percaya diri seseorang.

Tahun lalu adalah tahun pertamaku menggunakan makeup. Saat itu aku sedang menyukai makeup ala anime Jepang. Hanya bermodal video tutorial seorang beauty vlogger, aku bisa berkreasi dengan alat-alat yang aku punya.

Baca Juga: Dengan Kekuatan Bulan, Produk Makeup Ini Akan Mempercantikmu!

Walaupun pada saat itu aku tidak pandai memilih shade, tidak banyak tahu tentang fungsi produk makeup, serta kurang paham mengenai shading ataupun contouring, namun sejak saat itu aku mulai percaya, bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk mencoba.

Tahun 2018 ini, Alhamdulillah aku sudah mulai bisa bereksperimen dengan peralatan makeup yang aku punya. Aku sudah mulai mengerti tentang shade, coverage, pigmentasi, dan perbedaan antara kualitas A dengan B.

Beberapa kali aku coba mengikuti lomba yang diadakan oleh beberapa makeup artist di Instagram. Seperti Re-create Makeup Look atau Giveaway.

Mungkin aku belum mendapat kesempatan untuk menang. Tapi bagiku itu adalah salah satu caraku untuk menunjukkan bakat dan mencoba hal baru.

Perjalananku dalam belajar makeup dan membeli peralatan ataupun produk tidaklah gampang. Untuk anak remaja SMA seperti aku, yang bisa dibilang uang sakunya terbatas, membeli makeup bukanlah hal yang mudah.

Mungkin awalnya, aku memang meminta beberapa peser uang dari orang tuaku. Maka dari itu, salah satu motivasiku adalah untuk membuktikan kepada mereka, bahwa apa yang aku lakukan ini sungguh-sungguh. Dan semoga hobi ini bisa menjadi ladang pahala dan ladang berbagi untukku.

Semua ini aku lakukan hanya bermodal YouTube dan internet. Banyak sekali beauty vlogger dalam negeri ataupun luar negeri, yang menginspirasiku untuk terus belajar dan mengasah skill baruku ini.

Aku tinggal di kota yang kecil, yang berarti belum banyak teman-teman yang menjadi beauty vlogger ataupun makeup artist. Event makeup class pun belum pernah diadakan di kotaku.

Padahal, menurutku itu adalah lahan untuk berkarya, belajar, dan bertemu dengan teman-teman yang sama tujuannya. Nah, aku biasa menyebut teman-temanku itu sebagai “Beauty Families”.

Maka dari itu, aku lebih suka belajar melalui video tutorial atau belajar sendiri. Kontranya hanya satu, yaitu kita tidak bisa mendapat kesempatan untuk praktik langsung bersama orang yang profesional.

Tapi, bukan berarti kita tidak perlu berguru pada makeup artist (MUA) yang sudah mendalami kariernya sekian lama. Namun, ada beberapa kalangan yang mungkin belum berkesempatan untuk mengikuti demo, kelas, atau kursus makeup, dikarenakan waktu, kondisi, ataupun ekonomi.

Menurutku, belajar itu bisa di mana saja, dengan siapa saja, dan kapan saja. Dengan adanya smartphone, semua orang sudah bisa mengakses segala hal yang positif di sana.

Berguru dengan MUA profesional tetaplah merupakan hal yang sangat penting. Di sanalah kesempatan kita untuk bisa mendapat pelajaran dan nasihat baru, agar diri kita juga bisa terus berkembang.

Di beberapa kota besar sudah sering diadakan beauty class yang disponsori oleh beberapa produk kecantikan. So don’t miss it, guys!!

Itu adalah peluang kalian untuk mendapat masukan dan praktik bersama dengan “Beauty Families” yang lain. Karena teori tanpa praktik itu tidak menghasilkan apa-apa.

Tidak ada alasan untuk tidak mencoba, girls. Semua yang kita mulai memang tidak mudah, tapi pastikan bahwa kita bisa berkarya dan meningkatkan kreativitas anak-anak muda.

Go Girls!!

Catatan: Artikel ini telah diedit sesuai tata bahasa Indonesia serta karakter penulisan di eBLUSH
Penulis: Siti Nurindah Ayu
Editor: Dewi Rokhmawati