Di Amerika, Ada Kelas Mengepang Rambut Khusus untuk Ayah

Katanya, anak perempuan itu memiliki kedekatan khusus dengan ayahnya. Tak heran kalau sampai dewasa pun masih banyak perempuan yang menulis, “Daddy’s little girl.” sebagai caption dalam postingan mereka ketika bersama ayahnya. Aww..

Tapi peran ayah kepada anak perempuannya mungkin saja tak terlalu banyak karena ada ibu yang sudah mengatur semuanya. Mengatur makan apa, pakai baju apa, sampai rambut harus dimodel seperti apa. Tapi bagaimana jika situasi memaksa seorang ayah yang mengatur semuanya?

Di Florida, Amerika Serikat, ada Phil Morgese yang pada akhirnya harus menjalani peran sebagai orang tua tunggal untuk anak perempuan sematawayangnya. Yang menarik dari kisah Phil, ia harus turun tangan juga untuk menata rambut panjang gadis kecilnya. Pada awalnya, ia merasa frustasi dalam mengepang rambut sang anak karena ia sama sekali belum pernah melakukannya.

Sampai akhirnya ketika ia bisa melakukannya, ia pun berinisiatif untuk mendirikan kelas bagi semua ayah yang ingin juga terlibat dalam menata rambut anaknya dalam bentuk kepangan. Hingga satu tahun berjalan, kelas mengepang tanpa biaya ini sudah diikuti lebih dari 300 ayah di luar sana.

Di kelas ini Phil mau menekankan, bahwa bukan masalah hasil kepangan yang paling utama, namun soal kedekatan ayah dan anak gadisnya yang tercipta selama proses mengepang rambut itu berlangsung. Yang terpenting adalah quality time antara ayah dan anak gadis kecilnya yang mungkin sulit didapat karena deretan kesibukan sang ayah dengan kegiatan yang super rapat.

“Even a messy braid is time spent together,” katanya. That’s sweet. Well, semoga saja di Indonesia juga bisa ada kelas semacam ini karena quality time ayah dan anak tak melulu harus dihabiskan dengan belanja mainan ke mall, kan?