Ini Rasanya Terpaksa harus Sebulan Lebih Pisah dengan Maskara

Hubungan saya dengan maskara bisa dibilang semacam love-hate relationship yang tidak ada ujungnya. Butuh, tapi kadang menggerutu saat menghapusnya. Belum lagi harus menemukan helaian demi helaian yang ikut tersapu kapas. Duh, patah hati rasanya.

Makanya saat saya sedang terlalu malas pakai maskara, deretan cara ini pun saya lakukan untuk menaklukkan hari tanpa cranky. Atau bisa juga coba eyelash extension biar selalu bisa selfie #IWokeUpLikeThis setiap hari. Dan sebulan belakangan ini, saya sempat harus siap cranky tiap hari karena harus “break” dulu dari si maskara itu.

Lho, kenapa? Jadi begini. Beberapa bulan belakangan ini bulu mata saya jadi super rapuh. Yang rontok bukan hanya 1-2 helai saja, lebih dari itu. Oh, no. Mayday mayday! Bulu mata saya jadi tersisa hanya beberapa, itu pun yang super pendek sisanya. Okay, we have to take a break, dear mascara.

Saya pun ingat beauty vlogger Kathleen Lights pernah bilang di salah satu videonya kalau ia menggunakan castor oil aka minyak jarak untuk merawat bulu matanya yang jadi pendek karena tidak sengaja terbakar. Dia bilang hasilnya tidak mengecewakan. Oke, saya putuskan untuk coba juga. Tapi, cerita selengkapnya mengenai perawatan bulu mata dengan castor oil ini akan saya tulis di artikel terpisah ya!

Nah, balik lagi ke soal tidak memakai maskara setiap hari selama sebulan lebih. Bagaimana momen jadi cranky setiap hari? Hmm, dua minggu pertama jujur super berat menjalaninya. Yaa, mirip-miriplah seperti habis patah hati setelah putus dengan pasangan. Berat banget. Saya bahkan rasanya terlalu malas lihat cermin atau sekadar selfie di minggu pertama. Wajah jadi terlihat aneh dan terlalu polos di area matanya. Kalimat, “Kok polos banget mukanya?” dari teman kantor sudah jadi makanan sehari-hari saat itu.

Tapi demi mengembalikan bulu mata seperti dulu lagi, saya harus bisa untuk tidak memakai maskara. Saya pun mengakalinya dengan menggunakan softlense atau pakai kacamata di minggu-minggu awal. Yang penting si mata polos ini tertutupi. Sampai saat memasuki minggu ketiga, saya sudah benar-benar terbiasa tanpa maskara. Okay, everyone, I survived! Self-thumbs-up!

Setelah terbebas cranky setiap hari karena tak pakai maskara, ternyata saya menemukan keuntungan lainnya dari tidak lagi memakai maskara. Kalau dulu saat malam, saya selalu mengeluh harus membersihkan maskara yang prosesnya cukup butuh waktu tidak hanya usap di sini dan situ, kini tidak lagi.

Sekarang saya hanya perlu membersihkan wajah seluruhnya dengan micellar water yang lagi happening saat ini dan langsung cuci wajah seperti biasa. Semudah itu hidup saya di malam hari satu bulan belakangan ini.

Jadi, sambil saya masih melakukan perawatan dengan castor oil, untuk saat ini, selamat tinggal maskara(?).